POLA PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH PADA PUSAT INDUSTRI KECIL (PIK) KOTA MEDAN TAHUN 2006

Dahrul Aman Harahap

Dosen  Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UNRIKA Batam

ABSTRAK
Pemerintah kota Medan dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan Usaha Kecil Menengah dan sekaligus dalam upaya pengembangannya adalah dengan menyediakan ruang yang memadai. Hal ini dilakukan untuk mendorong usaha kecil mengembangkan diri ke sektor formal sehingga akses-akses yang selama ini tak tersentuh akan semakin terbuka untuk usaha kecil. Pemerintah kota Medan telah menetapkan daerah-daerah sentra industri kecil dalam konsep pengembangan inti kota menuju pinggiran kota yaitu disebut sebagai Pusat Industri Kecil (PIK) Kota Medan .
Dengan menggunakan formulasi proses strategi dengan melakukan penggabungan SWOT menjadi suatu matrik dan kemudian diidentifikasi semua aspek dalam SWOT, maka berdasarkan hasil diagram CartesiusUsaha Kecil PIK Medan memiliki total skor kekuatan 0,95 dan total skor kelemahan 2,0 sehingga untuk sumbu X didapatkan nilai –1,05. Dari hasil analisis faktor eksternal didapatkan nilai total skor peluang sebesar 1,20 dan nilai total skor ancaman sebesar 1,35 sehingga sumbu Y didapatkan nilai sebesar –0,15. Dengan hasil ini maka posisi laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial berada pada koordinat (-1,05 ; -0,15). Hasil ini menunjukkan posisi strategi Usaha Kecil PIK Medan berada dalam kuadran IV. Strategi yang dapat dipakai saat ini adalah strategi bertahan hidup atau Weakness–Threat Strategies (meminimalkan kelemahan dan menghindarkan ancaman).

PENDAHULUAN

Pengertian usaha kecil secara jelas tercantum dalam UU No. 9 Tahun 1995, bahwa usaha kecil adalah usaha dengan kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dengan hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000 (Tambunan 2002:49). Strategi adalah sebuah rencana yang komprehensif yang mengintegrasikan segala ”resources” dan ”capabilities” yang mempunyai tujuan jangka panjang untuk memenangkan kompetisi. Jadi strategi adalah rencana yang mengandung cara komprehensif dan integrative yang dapat dijadikan pegangan untuk bekerja, berjuang dan berbuat guna memenangkan kompetisi. Winardi mengemukakan bahwa strategi merupakan pola atau rencana, yang yang menintegrasikan tujuan-tujuan pokok suatu organisasi, kebijakan-kebijakan dan tahapan-tahapan kegiatan ke dalam suatu keseluruhan yang bersifat kohesif (Winardi, 2003:110).

Leave a Reply

Your email address will not be published.